• nice_project
  • Embos
  • pon

Pengertian Anodize dan Etching

Anodize

Anodisasi adalah proses pembentukan lapisan oksida pada logam dengan cara mereaksikan atau mengkorosikan logam aluminium menggunakan oksigen (O2) yang diambil dari larutan elektrolit sebagai media sehingga terbentuk lapisan oksida. Proses ini juga disebut sebagai anodic oxidation yang prinsipnya hampir sama dengan proses pelapisan dengan cara listrik (elektroplatting). Proses utama, dalam oksidasi anoda alumunium memerlukan larutan asam sulfat, asam kromat atau campuran asam sulfat dan asam oksalat.

Guna meningkatkan nilai aluminium dari aspek dekoratif baik untuk keperluan reklame, advertising ataupun yang lainnya perlu dilakukan proses finishing, seperti pewarnaan dengan bahan dan metode tersendiri misalnya screen printing yang kita kenal dengan istilah sablon. Pewarnaan alumunium juga telah dikembangkan melalui pelapisan anodizing yang membuat tampilan logam aluminium tersebut lebih menarik agar menambah nilai ekonomis. Namun demikian perlu diketahui bahwa tidak semua jenis alumunium dapat dianodize.

Selain ramah lingkungan sesuai arahan dari FDA, USDA, ELV, WEEE dan RoHS, Anoda tidak memerlukan penggunaan logam berat sehingga tidak menghasilkan limbah beracun. Substrat yang dapat anodized adalah aluminium, titanium, dan magnesium. Seiring dengan spesifikasi material, Hard anoda tentu lebih mahal karena kebutuhan energi yang meningkat terkait dengan proses tersebut, biaya ini dihitung sesuai ukuran bagian, instruksi proses, kemasan, dll. Silahkan hubungi kami untuk mendapatkan penawaran terbaik.

Etching
Etching adalah teknik seni grafis yang dikenal sebagai intaglio, Etching merupakan teknik untuk memberi dimensi atau kedalaman pada material biasanya berupa pelat logam seperti stainless dan kuningan. Dimensi atau kedalaman dimaksud hampir serupa dengan grafir atau laser engrave, yaitu memunculkan lapisan material yang ada di bawah permukaan. Perbedaan etching dengan grafir atau laser engrave hanya pada teknik yang digunakan. Kedalaman menggunakan teknik grafir dihasilkan oleh sinar laser, sedangkan kedalaman menggunakan teknik Etching dihasilkan oleh proses kimiawi dengan cara melarutkan material sehingga lapisan akan nampak sesuai desain yang kita buat.
 

Tipe Anodizing

Terdapat 3 (tiga) tipe anodizing yang paling umum digunakan antara lain :

Chromic Acid Anodizing (Tipe I)
Tipe ini menggunakan larutan elektrolit chromic acid dan menghasilkan lapisan yang paling tipis, hanya sekitar 0,5 hingga 2,5 mikron. Pada saat proses berlangsung, 50%  Al2O3 terintegrasi ke dalam substrat dan 50% pertumbuhan lapisan kearah luar. Dapat meningkatkan ketahanan korosi pada alumunium. Lapisan yang  dihasilkan cenderung lebih ulet dibandingkan tipe lainnya.

Sulfuric Acid Anodizing (Tipe II)
Tipe ini adalah tipe yang paling umum dilakukan yaitu dengan menggunakan larutan sulfuric acid sebagai elektrolit dengan kemampuan menghasilkan lapisan protektif hingga 25 mikron. Selama proses berlangsung, 67% oksida protektif terintegrasi ke dalam substrat dan sisanya tumbuh kea rah luar. Lapisan yang dihasilkan permeable dan porous sehingga dapat dilakukan pewarnaan. Tipe II biasa digunakan untuk aplikasi arsitektur, bagian pesawat terbang, otomotif, maupun komputer.

Hard Anodizing (Tipe III)
Menggunakan larutan elektrolit yang sama dengan tipe II namun dengan konsentrasi yang lebih tinggi pada temperatur yang lebih rendah. Lapisan yang dihasilkan lebih tangguh, memiliki ketahanan abrasi yang baik, ketahanan korosi, anti pudar, tahan terhadap suhu tinggi, dan memiliki kekerasan yang baik. Lapisan mencapai ketebalan 75 mikron sehingga juga dapat menjadi insulator listrik yang baik. Umumnya digunakan pada peralatan yang membutuhkan ketahanan aus yang sangat tinggi seperti pada piston dan hydraulic gear.

Karakteristik Lapisan Anodizing
Anodizing pada logam menghasilkan suatu lapisan tipis yang terintegrasi dengan baik terhadap logam dasarnya. Lapisan tersebut memiliki sifat-sifat sebagai berikut :

  • Keras, dalam perbandingan dengan kekerasan sapphire
  • Transparan, dengan beberapa variasi warna
  • Terintegrasi dengan baik pada logam dasarnya, tidak dapat mengelupas

 

Kelebihan Pelapisan Logam Dengan Cara Anodizing

Berikut adalah kelebihan proses pelapisan logam dengan cara anodizing dari berbagai sumber :

Keandalan

Pada umumnya produk yang mengalami anodisasi memiliki umur pakai yang lebih lama dan memiliki keandalan yang baik. Hal ini merupakan implikasi positif dari sifat lapisan yang terikat kuat dengan substrat logam dasarnya.

Stabilitas Warna

Warna yang diaplikasikan pada lapisan hasil anodisasi tahan terhadap sinar ultraviolet sehingga tidak mudah pudar.

Kemudahan Perawatan

Goresan dan cacat pada permukaan akibat logam melewati proses produksi, pemindahan, instalasi, atau bahkan kesalahan akibat pembersihan yang terlalu sering bukanlah suatu masalah besar. Goresan maupun cacat tersebut dapat segera dihilangkan dengan menggunakan sabun dan air yang dapat mengembalikan permukaan logam seperti semula. Untuk endapan yang lebih sulit, dapat digunakan mild abrasive cleaners.

Estetika

Anodizing dapat menghasilkan kilap yang sangat baik dan juga pilihan warna yang menarik. Tidak seperti proses surface treatment lainnya, anodizing tetap mengizinkan aluminium mempertahankan tampilan khasnya sebagai logam.

Biaya

untuk jangka waktu yang lama, anodizing merupakan pilihan surface treatment yang dapat memberikan nilai awal dan nilai perawatan yang lebih rendah dibandingkan proses lainnya. Kesehatan dan keselamatan Anodizing merupakan proses yang sangat aman dan tidak membahayakan kesehatan manusia. Hasil dari proses anodizing, lapisan anodik, memiliki stabilitas kimia yang baik, tidak mudah terdekomposisi, tidak beracun, dan tahan terhadap suhu tinggi mencapai titik leleh aluminium itu sendiri.

Mengenal Bahan Pelat atau Plat

Pelat atau Plat terdiri dari berbagai jenis bahan. Secara garis besar bahan pelat ini dikelompokkan menjadi dua bagian besar yang memiliki sifat berbeda-beda yakni : bahan pelat logam ferro dan pelat logam non ferro. Bahan pelat logam ferro diantaranya adalah pelat baja lembaran. Bahan pelat dari logam non ferro diantaranya bahan pelat alumanium, tembaga, dan kuningan. Sifat-sifat bahan ferro dan non ferro sangat mempengaruhi pembentukan maupun finishing yang akan dilakukan pada bahan pelat tersebut. Secara umum bahan-bahan logam mempunyai sifat fisik dan sifat kimiawi terhadap efek kualitas pengerjaannya.

Plat Alumunium

Aluminium diperoleh dari bahan-bahan paduan dengan persenyawaan dari spaat kali (K Al Si3 O8), bauksit (Al2 O3 2H2O) dan kreolit suatu aluminium natrium flourida (Al F3 NaF). Pembuatannya dilebur dalam suatu dapur secara elektrolitis, titik cair aluminium adalah 6590 C dan berat jenisnya 2,6 – 2,7. Aluminium merupakan unsur kimia, lambang kimia aluminium adalah Al, dengan nomor atom 13. Pelat atau Plat Alumunium adalah bahan logam berbentuk lembaran ringan yang kuat, plat alumunium memiliki sifat yang tahan terhadap segala cuaca, tidak mudah terbakar, tahan terhadap karat mudah dibentuk serta memancarkan estetika sedap dipandang. Karena sifat, keunggulan serta harganya yang lebih murah dibandingkan dengan Stainless Steel, plat Alumunium menjadi material pilihan dibanyak bidang industri. Aluminium terdapat dua macam yaitu : Aluminium tuang yang mempunyai kekuatan tarik sebesar 10 kg/mm2 dengan regangannya 18 – 25%. dan Aluminium tempa yang mempunyai kekuatan tarik sebesar 18 – 28 kg/mm2 dengan regangannya 3 – 5%.

Aluminium tahan terhadap udara akan tetapi tidak tahan terhadap bahan-bahan alkalis seperti sabun atau soda dan juga tidak tahan asam, selain asam sendawa (salpeterzuur) dan asam-asam organik yang telah dilunakkan. Aluminium merupakan konduktor listrik dan panas yang baik, aluminium digunakan dalam banyak hal. Untuk itu penggunaan plat alumunium seperti name plate atau label, merek mesin, merek perusahaan dan lain-lain (biasanya untuk kebutuhan advertising atau reklame) plat alumunium memerlukan perlakuan khusus seperti proses anodizing agar tidak menghantarkan listrik yang kemudiannya dapat dipanaskan agar tahan terhadap panas air maupun panas udara sehingga tidak merubah desain yang memerlukan tinta.

Ukuran plat alumunium Standar pabrik antara lain 100 cm x 200 cm, 120 cm x 240 cm dan 122 cm x 244 cm, adapun standar ketebalannya antara 0,3 mm  s/d  5,0 mm. Bagi seorang desainer grafis pengetahuan ukuran ini sangat perlu agar dalam mendisain tidak perlu membuang-buang bahan atau material, meskipun bisa saja pesan ukuran pelat alumunium dengan spesifikasi khusus.  

Plat Kuningan
Kuningan adalah logam yang merupakan campuran dari tembaga dan seng. Tembaga merupakan komponen utama dari kuningan, dan kuningan biasanya diklasifikasikan sebagai paduan tembaga. Warna kuningan bervariasi dari coklat kemerahan, gelap hingga ke cahaya kuning hal ini dipengaruhi oleh jumlah kadar senguntuk itu tidak semua kuningan dapat di etching atau di grafir. Kuningan lebih kuat dan lebih keras daripada tembaga, tetapi tidak sekuat atau sekeras baja. Kuningan sangat mudah untuk di bentuk ke dalam berbagai bentuk, kuningan juga merupakan konduktor panas yang baik, dan umumnya tahan terhadap korosi dari air garam. Karena sifat-sifat tersebut kuningan dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Kuningan tersedia dalam berbagai bentuk seperti pelat, lembaran, strip, foil, batang, bar, kawat, dan billet tergantung pada aplikasinya.
Jenis-Jenis dan nama kuningan sangatlah banyak dan beragam, semua penamaan logam kuningan dikontrol oleh Unified system penomoran logam dan paduan. Dalam proses manufaktur produksi pembuatan kuningan ada 4 tahap yaitu: Melting,  Hot Rolling, Anealling and Cold Rolling dan Finish Rolling. Kuningan dengan kadar seng tertentu dapat diproses melalui metode etching maupun metode grafir. Kuningan pertama kali dipublikasikan dan dipatenkan di Inggris pada tahun 1781.

Plat Stainless Steel
Plat Stainless Steel merupakan suatu jenis baja dengan kemampuan daya tahan karat yang sangat tinggi dan memiliki banyak kelebihan, hal ini menjadikan plat stainless banyak dibutuhkan oleh industri-industri besar seperti : industry otomotif, perlengkapan rumah tangga, pembangunan infrastruktur dan industri lainnya.
Sebagian besar plat stainless dapat dipotong, dilas dibentuk dan diproses dengan mesin, spesifikasi Plat stainless biasanya disebut dengan istilah grade yang kemudiannya diberi polesan akhir atau finishing tersendiri. Misalnya Plat Stainless grade 304 menggunakan finish : 2B, 1D, mirror, HL. Untuk Plat Stainless grade 430 menggunakan finishing : BA (kilap). Untuk Plat Stainless Grade 201 menggunakan finishing : 2B, 1D, mirror, HL. yang tentunya istilah-istilah itu merupakan kode produksi yang ditentukan oleh kebijakan produsen itu sendiri. Plat stainless juga dapat diproses menggunakan metode etching untuk kebutuhan reklame ataupun advertising.
 

Contact Us

 

CONTACT PERSON :

 

Zakir  :  0815 1444 8889

PIN BB :  5781FCDO 

WhatsApp  :  0815-1444-8889

Wawasan Desainer Grafis

Dunia desain erat kaitannya dengan konsumen (orang yang akan melihat hasil desain sebagai penikmat). Karena adanya pendesain dan konsumen maka diperlukan korelasi yang saling terhubung antara keduanya yaitu sebuah media yang digunakan sebagai bentuk komunikasi berbentuk visual. Orang yang bekerja dalam bidang ini disebut seorang Desainer dan dalam berkomunikasi secara visual sudah seharusnya Desainer memiliki minimal tujuh dimensi keilmuan yang paling berpengaruh, yaitu:

[b]1. [/b][b]Wawasan Teknologi[/b]

Wawasan teknologi akan mempengaruhi cara berpikir dan hasil karya desain yang dibuat nantinya. Cakupan pengetahuan akan memperkaya proses kreatif desain dan pengembangan ide. Dengan adanya wawasan teknologi ini seorang desainer dapat melakukan suatu pekerjaan dengan cepat dan mudah.

Contoh kasus pada teknologi cetak kertas, jika seorang desainer tidak tahu teknologi printing yang digunakan untuk mencetak hasil karyanya maka akan sangat mengganggu, karena untuk mencetak suatu kertas misalnya brosur, maka seorang desainer harus tahu jenis mesin cetak seperti apa yang akan digunakan, apakah GTO, Sorm, CTV, atau gestetner, pengetahuan ini bukan hanya mempengaruhi kualitas hasil desain tapi juga biaya yang dianggarkannya.

Wawasan teknologi sangatlah luas, untuk itu kita harus mengetahui desainer seperti apa yang kita inginkan. Berikut beberapa pekerjaan yang ditangani oleh seorang desainer.

  1. Advertising (desain grafis untuk periklanan)
  2. Software Design (desain untuk user interface software)
  3. Web Design (desain tampilan website)
  4. Movie Production (desain movie title, motion graphic)
  5. Animation (Design Animator, Character Design, Illustrator Design)
  6. Music Visualizer (Visual Jokey, Video Maker)
  7. Game Design (desain tampilan game, desain karakter, environment)
  8. Printing Industry (manajemen produksi, packaging)
  9. Editorial Design (layout koran, desain majalah)
  10. Book Design (desain buku)
  11. Information Design (desain peta, sign system)
  12. Interactive Design (desain aplikasi ATM, skenario interaksi user)
  13. Branding Company (logo, identitas, brand developer)
  14. Type Design (desain huruf, eksperimen tipografi)
  15. dll

 

Setelah dapat menentukan pekerjaan tersebut maka kita dapat fokus untuk mencari tahu apa saja yang nantinya dibutuhkan. Misalnya sebagai advertising maka teknologi yang wajib dipelajari adalah : Teknologi percetakan (output film, areal cetak mesin, kertas, tinta, dll) ; Teknik cetak seperti teknik cetak konvensional (cetak tinggi atau relief print, cetak dalam atau intaglio, sablon atau silk screen) ; teknik cetak dengan teknologi modern (CTV, GTO, offset, digital print dll.)

 

[b]2. [/b][b]Wawasan Sains[/b]

Sains digunakan untuk perhitungan matematis saat proses percetakan, pembuatan objek yang membutuhkan ukuran, mindset karya desain bertema sains. Meskipun hasil dari pendekatan sains ini tidak banyak dijumpai pada karya desain dikarenakan tema sains adalah kebutuhan khusus dengan kalangan yang terbatas, namun pengetahuan sains juga penting untuk menjadi seorang desainer yang handal. Misalnya, ketika seorang desainer diminta membuat sebuah label untuk produk pakaian dengan ukuran yang berbeda seperti S, L, XL disertai logo khusus berikut porporasi (garis sobek), dilipat dan berlubang, menggunakan bahan art carton, 2 warna bolak balik, dengan budget Rp. 250,- / pcs. Dalam kasus seperti ini seorang desainer dapat memperhitungkan berapa minimal cetak, areal atau ukuran desain yang didapat, jumlah dan ukuran kertas dipotong dari ukuran plano (standar pabrik), jenis mesin cetak yang digunakan, bentuk dan ukuran pisau pond, serta finishing yang digunakan.

 

[b]3. [/b][b]Wawasan Seni[/b]

Wawasan seni akan mempengaruhi langsung pada proses pembuatan desain. Dalam seni ada yang dinamakan sense of art, atau cita rasa seni untuk menilai bagus tidaknya sebuah karya desain. Sense of art dapat diperoleh dengan mempelajari cakupan seni itu sendiri yang mana desain merupakan bagian dari ilmu seni rupa, jadi seni itu sendiri melekat pada desain.

 

[b]4. [/b][b]Wawasan Sosial dan Budaya[/b]

Wawasan sosial akan menambah bahan yang layak diperhitungkan untuk olah karya desain. Dengan mengetahui kegiatan sosial kita akan mengetahui apa saja yang tepat untuk desain pada target konsumsi komunitas tertentu. Misalnya, wawasan sosial anak muda dan funky. Dengan mengetahui wawasan sosial konsumen tersebut maka kita tahu desain dan tulisan yang tepat untuk ditampilkan. Dengan mendekati konten desain bidang sosial tertentu, konsep desain dan ide kreatif yang tertuang dalam media desain akan mudah diterima oleh kalangan tersebut.

 

[b]5. [/b][b]Wawasan Filsafat Dan Etika[/b]

Wawasan filsafat akan membuat hasil karya desain semakin berarti dan bermakna. Karena dengan adanya filsafat atau nilai filosofis tertentu, sebuah karya desain akan mudah mencapai kedekatan emosional dengan konsumen. Etika juga berpengaruh, seperti di Indonesia tidak boleh mempertontonkan hal pornografi. Hal ini adalah etika yang berkembang pada masayarakat dalam daerah tertentu. Dilain negara seperti Amerika akan berbeda, disana mempertontonkan hal pornografi tidak menjadi masalah bahkan dilindungi oleh undang-undang. Dengan adanya perbedaan etika ini, sebagai desainer wajib paham apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan.

 

[b]6. [/b][b]Kemampuan olah nirmana[/b]

Dipakai untuk membuat hasil karya grafis yang menarik sehingga mempunyai fungsi dan manfaat tertentu. Fokus nirmana adalah fungsi dan manfaat yaitu kita sebagai desainer dan konsumen yang kemudian diartikan sebagai komunikasi visual baik itu verbal maupun non verbal. Komunikasi visual sangat penting agar apa yang disampaikan oleh desain yang dibuat mudah dimengerti oleh konsumen sebagai target. Untuk berkomunikasi secara visual digunakanlah tipografi dan tanda atau sign sekaligus gambar dengan illustrasi yang menimbulkan kesan tertentu pada benak konsumen. Kedua hal ini saling melengkapi dan mendukung satu sama lain untuk membentuk sebuah kesatuan desain.

Pengaplikasian nirmana mutlak dilakukan dalam semua bidang seni rupa dan desain. Contohnya adalah fotografi, bidang seni ini mempunyai kemampuan melakukan eksekusi dengan sangat baik. Kapabilitas fotografi yang merekam obyek setepat-tepatnya dapat kita kacaukan dengan nirmana. Kita sudah biasa melihat langit yang jauh dan berwarna biru serta pepohonan yang dekat berwarna hijau. Namun dengan nirmana, langit dapat kita beri warna panas seperti orange atau kuning untuk menciptakan kesan objek tersebut dekat dengan kita. Dan pohon dengan warna dingin misalnya biru untuk memberi kesan objek tersebut jauh dengan kita. [i]Hal ini dapat kita terima karena kita memandang dari nalar bentuk. Disinilah seni dan desain dapat dinilai atas dasar kualitas artistiknya, yaitu menilai segala sesuatunya dari sisi bentuk, bukan dari hal-hal di luar bentuk[/i] (Irama Visual, 2007, hal. 160).

 

[b]7. [/b][b]Software Desain Grafis[/b]

Digunakan untuk menerapkan kreasi ide grafis pada media elektronik sehingga dapat diperbanyak untuk kebutuhan krusial lainnya. Pada situasi dan kondisi tertentu bisa saja seorang desainer menggunakan program lebih dari 2 program seperti untuk pengolahan gambar berbasis bitmap menggunakan adobe photoshop atau photopaint, kemudian olah warna bitmap dengan lightroom, kemudian dilayout menggunakan CorelDraw.

Kemampuan Wajib Bagi Desainer Grafis

Kemampuan wajib bagi desainer grafis digunakan untuk menjadi syarat mengerjakan proyek desain dengan cepat, tepat & profesional. Kemampuan wajib ini meliputi beberapa aspek yang berpengaruh untuk membentuk komunikasi visual dengan konsumen. Setelah memahami arti desain grafis dan hasil karya desain grafis, tentu ada baiknya kita mengetahui apa saja yang harus dikuasai oleh seorang desainer grafis.

  • [b]Nirmana[/b]

Nirmana adalah pengorganisasian atau penyusunan elemen-elemen visual seperti titik, garis, tekstur, ruang dan warna menjadi satu kesatuan pola baik komposisi, irama maupun nada dalam desain yang harmonis. Nirmana disebut juga ilmu tatarupa, dalam konteks desain komunikasi visual, nirmana memegang peranan penting perihal bagaimana menata dan menyusun elemen-elemen dasar desain komunikasi visual.

  • [b]Typografi[/b]

Tipografi merupakan suatu ilmu dalam memilih dan menata huruf untuk menciptakan kesan tertentu sehingga memberikan kenyamanan pembaca secara maksimal. Dikenal pula seni tipografi, yaitu karya atau desain yang menggunakan pengaturan huruf sebagai elemen utama. Dalam seni tipografi, pengertian huruf sebagai lambang bunyi bisa saja diabaikan.

  • [b]Pewarnaan[/b]

Warna termasuk dalam ilmu nirmana, dengan memahami penggunaan warna kita akan memahami estetika dari gambar yang kita buat.

  • [b]Software[/b]

Software merupakan pendukung pekerjaan seorang desainer grafis baik untuk media cetak, media digital maupun media multimedia. Dilihat dari bidangnya software desain terbagi menjadi dua yaitu sofware pengolah grafis dua dimensi dan pengolah grafis tiga dimensi.

  • [b]Scetch[/b]

Kemampuan menggambar dengan tangan tidak begitu berpengaruh dalam bidang desain grafis, namun orisinalitas dalam menggambar manual akan sangat terasa dalam mengolah karya desain menggunakan software.

  • [b]Kemampuan umum[/b]

Kemampuan umum dimaksud adalah kemampuan tambahan yang membantu dalam proses membuat sebuah karya grafis. Kemampuan umum dalam bidang grafis seperti pengetahuan tentang advertising, website (website grafis seperti flickr, deviantart dsb, website ecommerce untuk menjual karya desain dsb)

Pages

User login

Contact Us